Perkembangan Bayi Maksimal dengan Permainan Yang Tepat

>> 26 Desember 2008

Judul Buku : 125 Brain Games for Babies: Permainan Sederhana untuk Menunjang Perkembangan Otak awal pada Bayi
Buku asli : 125 Brain Games for Babies
Pengarang : Jackie Silberg
Penerbit : Erlangga
Jumlah Halaman: 147 halaman
Tahun terbit : 2004



Sebagai seorang ibu yang menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, kita harus banyak memilih, mulai dari memilih makanan sampai memilih aktivitas-aktivitas permainan yang bermutu agar kita dapat memberikan stimulasi maksimal bagi otak anak-anak yang kita cintai. Buku ini memberi masukan berupa 125 ragam jenis permainan yang bergizi bagi otak anak kita. Beberapa di antaranya mungkin sudah kita kenal dan merupakan permainan kuno yang telah diajarkan orang tua kita. Namun, setidaknya buku ini bisa memberikan alternatif permainan yang, selain memperbanyak koneksi otaknya, sepertinya juga akan mempererat ikatan dan disukai oleh anak kita. Here is the gem of the book:

“Ketika seorang bayi berusia tiga bulan, otaknya telah membentuk 1000 triliun koneksi—kira-kira dua kali yang dimiliki orang dewasa.”

“Riset terbaru menghasilkan tiga temuan penting, pertama, kapasitas individu untuk belajar dan berkembang, kedua, otak manusia secara unik dibentuk agar mengambil manfaat dari pengalaman dan pengajaran yang baik selama tahun-tahun pertama kehidupan, dan ketiga meskipun kesempatan terbesar di alami selama tahun pertama, proses pembelajaran tetap berlangsung sepanjang siklus hidup manusia.”

“Riset menunjukkan bahwa semakin sering bayi dipeluk, dibuai, dan digendong, semakin ia merasa aman dan mandiri apabila tumbuh dewasa nantinya.”

“Bayi baru lahir memiliki respons alami terhadap musik melalui pengkondisiannya didalam rahim terhadap ritme, suara, dan gerakan.”

“Kemampuan seorang anak untuk mengendalikan pusat emosi berdasarkan pada pengalaman dan kasih sayang yang dialaminya sejak dini.”

“Apa yang dilihat dan dicium bayi menyebabkan terbentuknya koneksi otak, terutama jika pengalman tersebut terjadi dengan cara yang disukai, konsisten, dan dapat diduga.”

“Otak bayi tumbuh pesat karena adanya umpan balik dari lingkungannya dan “mengikat” diri sendiri ke dalam organ pikir dan emosional berdasarkan pengalaman dini.”

“Seorang bayi yang tangis dan isaknya ditanggapi dengan senyuman kemungkinan besar akan menjadi responsif secara emosional.”

“Jumlah kata yang didengar seorang bayi setiap hari mempengaruhi kecerdasannya di masa depan, kebaikan social, dan prestasi belajarnya.”

“Menghubungkan ritme, gerakan, dan ikatan batin menghasilkan banyak “rangkaian” di otak yang mungkin akan membantu bayi dalam perkembangannya di masa depan.”

“Ucapan dramatis mendorong ekspresi emosional pada anak. Hal ini selanjutnya mengaktifkan otak untuk mengeluarkan bahan kimia yang membantu memori.”

“Jantung bayi berdenyut lebih kencang bila orang tua menatap matanya dan berbicara dengan suara berirama.”

“Pengalaman musikal menunjukkan kemampuan masa depan untuk berfikir secara abstrak, terutama dalam hal yang berkaitan dengan ruang-temporal. Demikian pula dengan konsep-konsep matematika.”

“Bayi perlu pengalaman sentuhan untuk menumbuhkan otak dan tubuh. Sentuhan sama pentingnya dengan nutrisi dan vitamin.” “Sentuhan ternyata membantu pencernaan si kecil dan membebaskannya dari stress.”

“Bayi yang didekap dan dirawat—yang tidak dimanja, tetapi dipenuhi kebutuhan emosinya—dipastikan selanjutnya menunjukkan perilaku yang peduli.”

“Permainan ciluk ba mengajarkan kepada si kecil bahwa benda yang hilang akan mucul kembali. Hubungan rasa aman yang kuat akan membantu si kecil untuk tahan menghadapi tekanan hidup sehari-hari yang biasa.”

“Menggendong dan mengangkat bayi akan merangsang otak untuk mengeluarkan hormon penting yang memungkinkannya tumbuh.”

“Semakin dini musik dikenalkan pada anak, potensi belajar anak akan makin tinggi. Anak-anak yang sering mendengar kata-kata dan nyanyian hampir selalu lancar berbahasa di usia tiga tahun.”

“Bayi dan orang tua yang terikat secara biologis memiliki ikatan emosional yang kuat, yang berkembang secara perlahan pada tahun pertama kehidupannya melalui tangisan, lirikan, dan senyuman.”

“Semakin banyak pengalaman yang didengar si kecil, semakin baik bahasa yang ia miliki nantinya.”

Wow... Menakjubkan yaa... Makasih Bu Jackie...:-)


0 comments:

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP