Reksa Dana: Cara Jitu Meraih Untung Darinya

>> 17 Januari 2009

Judul : Cara Jitu Meraih Untung dari Reksa Dana
Pengarang :Jaka E. Cahyono

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tahun terbit : 2000

Jumlah halaman: 176 halaman

Buku ini merupakan salah satu dati tiga buku tentang reksa dana yang saya beli ketika dahulu saya ingin belajar dan berinvestasi melalui reksa dana. Tentu saja karena judulnya menarik. Meskipun ada beberapa hal jadul yang perlu di update dengan data terkini, namun secara umum buku ini cukup memberi saran-saran praktis yang ditulis secara sederhana dan mudah dipahami serta diterapkan. Here are some excerpt from the book:

“Ada kalanya orang tidak punya perhatian pada sesuatu hal, tetapi ada kalanya orang menjadi berkobar-kobar pada hal yang sama setelah mengetahui kegunaannya bagi kepentingan hidupnya.” (Pramudya Ananta Toer)

“Investasi melalui reksa dana memiliki beberapa manfaat: jumlah modal yang relatif kecil, evaluasi biaya dan waktu untuk evaluasi investasi, dan sangat fleksibel sekiranya pemodal membutuhkan dana dapat mencairkan investasi.”

“Banyak investor yang telah membeli reksa dana secara tergesa-gesa tanpa memahami sepenuhnya dunia yang mereka masuki.”

“Definisi investasi adalah pertama, menempatkan (uang atau modal) demi hasil atau bunga, dan kedua meluangkan dan memanfaatkan demi keuntungan atau manfaat di kemudian hari.”

“Tidak ada investasi tanpa risiko.”

“Yang perlu dijaga kalau Anda berinvestasi di saham adalah tidak terpaksa menjual saham tersebut pada saat harganya sedang jatuh.”

“Dengan demikian, kekhawatiran sebagian orang bahwa perusahaan manajer investasi akan membawa lari uang yang dikelolanya tidak beralasan sama sekali.”

“Saya lebih suka kehilangan kontrol asal bisa menghasilkan uang, daripada memegang kontrol tetapi kehilangan uang.” (Stan Shih, Pendiri dan CEO grup Acer)

“Anda tidak bisa menentukan kemana uang Anda diputar. Yang bisa Anda lakukan adalah mengontrol secara tidak langsung, yakni menarik dana Anda kalau kebijakan atau hasil investasinya tidak sesuai dengan keinginan Anda.”

“Seperti semua investasi, reksa dana meminta dua hal: pertama siap menanggung risiko, dan kedua membiarkan waktu bekerja. Prinsipnya adalah semakin lama dana berputar maka risikonya akan semakin kecil dan potensi hasilnya akan semakin besar.”

“Kelebihan reksa dana sebagai pilihan investasi: terjangkau tanpa dominasi, sangat likuid, terdiversivikasi secara otomatis, dikelola oleh profesional dan murah, kemudahan dalam alokasi aset, lebih aman karena diatur lebih ketat, keterbukaan, dan bisa memenuhi banyak kebutuhan investasi.”

“Banyak orang Indonesia enggan masuk reksa dana semata-mata karena tidak paham akan berbagai gobbledygook—yakni berbagai konsep, jargon, dan istilah teknis yang banyak dijumpai dalam industri ini.”

“Berorientasi pada detail, lihatlah situasi secara seksama dan menyeluruh. Jika sudah memasuki tindakan, bersikaplah berani dan bersikaplah cepat.” (Mamofuku Ando, pendiri Nissin Group, Jepang)

“Sebelum berinvestasi di reksa dana, dan dalam instrumen investasi apapun, Anda sebaiknya sudah mempunyai dana cadangan (emergency cash di bank).”

“Kalau waktu investasi Anda jangka panjang, ada jalan pintas yang dinamakan aturan 100: kurangkan usia Anda dengan angka seratus, investasikan hasilnya di reksa dana saham, ambil 10% poin sisanya untuk reksa dana pasar uang, lalu investasikan sisanya di reksa dana pendapatan tetap.”

“Dengan diversifikasi maka Anda mempunyai kesempatan lebih baik kalau haru smelikuidasi portofolio untuk mendapatkan uang tunai.” “Ingat sepanjang Anda tidak menjual aset yang merugi, Anda hanya rugi diatas kertas (paper loss)”

“Memakai sesuatu yang tidak cocok adalah sebuah kesalahan.” (Mamofuku Ando)

“Put no trust in your money, but your money in trust.” (Jangan mempercayai uang Anda (karena nilainya bisa berubah), tapi taruhlah uang Anda di reksa dana (agar bisa berkembang)” (anonim)

“Trik membeli reksa dana: jangan membeli saat lapar dan jangan membeli karena dorongan sesaat.”

“Nasihat kurang diperlukan oleh orang bijaksana daripada oleh orang bodoh, tetapi orang bijaksana mengambil manfaat (dari nasihat) paling banyak.” (Fransesco Guicciardini)

0 comments:

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP