Naik Haji: Bagaimana Menggali Makna Sosial dan Filsafat Aksinya

>> 01 Januari 2009


Judul buku: Menjadi Manusia Haji: Panduan Memahami Makna Sosial dan Filsafat Aksi di Balik Ritus-ritus Haji
Judul Asli : The Pilgrimage
Pengarang : Ali Syari’ati
Penerbit : Mujadalah
Tahun terbit : 2003
Jumlah hlmn : 289 hlm




Tampaknya, biar orang-orang ini saja yang memberi pengantar:-)

“Setelah membaca buku ini, saya merasa seperti belum naik haji.” (M. Amien Rais)

“Buku haji ini memang istimewa. Ia menjelaskan seluruh makna rukun demi rukun ibadah haji sejak niat, miqat, tawaf, sai, hingga wukuf di arafah. Bukan hanya itu, ia jug amenjelaskan makna benda-benda seperti ka’bah, hajar aswad, hijir ismail, maqam Ibrahim, Jumarat, Arafat, dan Masyar. Keterangannya mengenai tokoh budak wanita hitam, Hajar, istri nabi Ibrahim, sangat mengharukan... Istri dan mertua saya yang membaca uraian tentang tawaf tidak bisa menahan air mata... Menyentuh hati, padahal ditulis oleh orang yang tidak tepat disebut sebagai ulama, seorang intelektual malah.. (M Dawam Raharjo)

Ya, betul sekali! Oleh karena itu, setidaknya saya membaca buku ini setiap setahun sekali, yaitu saat hari Arafah (9 Dzulhijjah) agar saya bisa memaknai momentum tersebut dengan kedalaman yang khusus. Dan saya selalu meneteskan air mata, mengingat kembali saat-saat saya berada di masjidil haram sana. Sebuah buku yang mengobati kerinduan ke tanah suci. Inilah 20 kutipan dari buku karya sang intelektual kawakan tersebut. Selamat membaca:-)

“Esensi ritual haji adalah evolusi eksistensial manusia menuju Allah. Haji adalah drama simbolik dari filsafat penciptaan anak cucu Adam.” “Haji adalah perjalanan kehidupan, perjalanan totalitas diri, sebuah perjalanan suci (secret journey).”

“Haji menentang semua bentuk perjuangan yang tak bertujuan.”“Eksistensi manusia tidak berarti dan tak berharga sama sekali kecuali jika tujuan hidupnya adalah senantiasa untuk mendekati ruh Allah.”

"Dalam perpaduan pada haji, nama, ras, dan status sosial tercampakkan. Yang kita rasakan adalah persatuan absolut. Inilah drama kolosal monoteisme yang sedang dipanggungkan manusia.”

“Bahkan dengan pekerjaanmu sendiri, engkau menjadi budak dengan bekerja karena dorongan kebiasaan atau terpaksa! Sekarang tinggalkanlah pola yang demikian. Milikilah “kesadaran” yang sebenar-benarnya mengenai Allah Yang Maha Besar, manusia, dan dirimu sendiri. Ambillah tugas yang baru, arah yang baru, dan keakuan yang baru.”

“Wahai manusia, bayangkanlah dirimu sebagai sebuah partikel besi dalam medan magnet: bayangkanlah engkau seolah-olah berada di antara berjuta-juta burung putih yang sedang bermikraj.” “Engkau akan menyaksikan sebuah gelombang putih sedang berduyun-duyun menuruni bukit menuju masjidil haram. Sebagai salah seorang diantar mereka engkau merasa bahwa dirimu adalah tidak lebih dari setetes air di tengah samudra!”

“Betapa indahnya ka’bah yang kosong ini. Kekosongan ini yang menjadi penunjuk arah untuk gerakan selanjutnya. Ya, ka’bah hanyalah sebuah tonggak penunjuk jalan.” “Inilah gerakan abadi menuju Allah. Bukan menuju Ka’bah.”

“Kabah menghadap ke setiap arah dan tidak menghadap ke arah manapun juga. Walau tak berarah, tetapi dengan menghadap Kabah ketika shalat sesungguhnya engkau menghadap Allah. Mungkin ketiadaan arah ini sulit dipahami, tetapi disana kita bisa merasakan keuniversaltasan dan kemutlakan.”

“Nabi Muhammad berkata, “Muhajir yang ideal adalah yang berbuat seperti Hajar.” “Nama hajar berarti kota, melambangkan peradaban. Selanjutnya, setiap hijrah, seperti yang dilakukannya, adalah sebuah gerakan menuju peradaban.”

“Tawaf adalah gerakan cinta. Gerakan cinta ialah gerakan seekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang berputar-putar menghampiri nyala lilin hingga tubuhnya terbakar dan hangus, sedangkan abunya hilang diterbangkan angin, hilang dalam padang cinta, dan mati dalam cahaya.”

“Di maqam Ibrahim, engkau bersilaturahmi dengan Allah dengan begitu akrabnya. Hiduplah seperti Ibrahim dan jadilah arsitek Kabah di negeri dan eramu masing-masing. Membuat negerimu aman sebagaimana yang engkau rasakan sendiri di tanah Haram. Membuat dunia ini sebagai masjid yang damai.”

“Sa’i benar-benar bersifat material, kebutuhan material, tujuan material, dan aksi material.”

“Air tidak ditemukan lewat ikhtiar yang memayahkan, tetapi melalui cinta setelah kita bekerja secara serius dan sungguh-sungguh.”

“Mengunjungi Kabah dalam haji umrah engkau dapat menemukan dirimu sendiri dan setelah itu barulah engkau menemui Allah.”

“Arafat berarti pengetahuan dan sains; Masyar berarti kesadaran dan kepahaman; dan Mina berarti cinta dan keteguhan jiwa.”

“Kemenangan harus terpancar dari wajahmu, bukan dari sesuatu yang terlihat olehmu.” (Andre Gide, filsuf Perancis)

“Wahai gelombang-gelombang, sesungguhnya eksistensi kalian tergantung pada “gerak” kalian dan jika kalian tidak bergerak kalian adalah mati!”

“Engkau adalah penghuni dari empat buah penjara raksasa, yaitu alam, sejarah, masyarakat, dan dirimu sendiri.”

“Engkau berada disini untuk memetik ajar budi bahwa tanpa disertai orang-orang lain , usahamu untuk mencari surga tak beda dengan usaha seorang yang tamak dan itu sangat buruk.”

"Nabi Muhammad bersabda, “Jika pada kehidupan akhir kelak seseorang belum juga mau urun pikiran untuk kesejahteraan masyarakatnya atau bellu mengusahakan hal itu, maka ia bukanlah seorang muslim.” (Pertanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan yang sepanjang masa diajukan manusia: Apa saja yang harus kit alakukan untuk masyarakat?”

“Bahaya paling besar yang dihadapi umat manusia zaman sekarang ini bukanlah ledakan atom, melainkan transformasi sifat asasi manusia.” (Shadel) “Tragedi masa kini adalah “alienasi” manusia yang berarti menjadi tidak bersahabat (unfriendly) dan menjadi tidak acuh (indifferent).”

Oke Semoga bermanfaat. Good job, Ali Syari'ati!

2 comments:

Anonim 17 November 2010 07.14  

subhanallah.. semoga nanti kita dipanggil untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim dan untuk menyempurnakan islam dengan melaksanakan ibadah HAJI. amin

zaki 20 Agustus 2013 09.07  

Saya berminat untuk memiliki buku tersebut. Apakah bisa dibantu untuk mendapatkannya? Terima kasih

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP