Belajar Efektif: Yang Penting Menyenangkan!

>> 20 Januari 2009

Judul buku : Revolusi Cara Belajar (The Learning Revolution): Belajar akan Efektif kalau Anda dalam Keadaan FUN (bagian 1 : Kejaiban Pikiran)
Buku Asli: The Learning Revolution: To Change the Way The World Learns
Pengarang : Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos
Penerbit : Kaifa
Tahun Terbit : 2000
Jumlah hlm : 267

Saya pikir semua orang tahu dan mengenal buku yang sudah lumayan lama ini karena katanya terjual 30.000 eksemplar per hari. Saya membukanya kembali untuk mencetak satu halaman tentang “20 Langkah Mudah Menuju Proses Belajar yang Lebih Baik”, kemudian melaminating dan menempelkannya di kamar demi berhasilnya cita-cita akademis saya. Setelah 8 tahun yang lalu, membaca ulang buku ini kembali menyadarkan saya bahwa ternyata ilmu Allah amat sangatlah luas sehingga lebih dari cukup untuk mendorong kita untuk terus belajar dan banyak membaca. Selain itu, ternyata tantangan dunia telah dan akan demikian dahsyatnya, sehingga kalau kita tidak melipatgandakan kemampuan belajar kita, kita akan tersalip dan tergilas oleh cuaca. Here is the gem of the book:
 
“Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan.” (Peter Kline, The Everyday Genius)

“Model pribadi Anda dalam pembelajaran baru: Anda belajar melalui apa yang Anda LIHAT, apa yang Anda DENGAR, apa yang Anda KECAP, apa yang Anda BAUI, apa yang Anda SENTUH, apa yang Anda LAKUKAN, apa yang Anda BAYANGKAN, apa yang Anda INTUISIKAN, apa yang Anda RASAKAN.” (Jeannette Vos)

“6 cara untuk menandingi lembah silikon: ciptakan lembaga penelitian yang hebat, bangun kisah mega sukses, kuasai teknologi tinggi, bangun model ventura, ciptakan inrastruktur, dan miliki sikap yang tepat.” (Steven Levy)

“Pada tahun 2020, kebanyakan atasan di negara maju adalah “diri sendiri.” (Nicholas Negroponte, Being Digital)

“Otak Anda adalah ibarat raksasa tidur.” (Tony Buzan, Use Your Head)

“Pada saat lahir, setiap anak memiliki potensi kecerdasan yang lebih besar daripada yang pernah digunakan oleh Leonardo Da Vinci.” (Glenn Doman, Teach Your Baby to Read)

“Orang-orang dari segala usia sebenarnya dapat belajar apa saja jika mereka melakukannya dengan gaya unik mereka, dengan kekuatan pribadi mereka sendiri.” (Barbara Prashing, The Power of Diversity)

Kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengarkan, 70% dari apa yang kita katakan,dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.” ( Vernon A. Magnesen)

“Semakin luas Anda mengait-ngaitkan, semakin banyak Anda belajar.” (Jeannette Vos)

“Kontibusi IQ paling banyak sekitar 20% terhadap keberhasilan hidup sehingga sisanya ditentukan oleh faktor-faktor yang lain: sehimpunan faktor yang disebut kecerdasan emosional.” (Daniel Goleman, Emotional Intellegences)

“Rumus keberhasilan: Gairah + Visi + Aksi = Sukses.” (Marilyn King, Atlet Pancalomba Olimpiade)”

“Ingatlah puzzle: akan jauh lebih mudah jika Anda melihat gambar keseluruhannya lebih dahulu. (Gordon Dryden)

“Saya punya enam pelayan yang jujur. Merekalah yang mengajari saya tentang semua yang saya ketahui. Nama-nama mereka adalah Apa, Mengapa, Kapan, Bgaimana, Dimana, dan Siapa?”

“Jika Anda bisa membaca empat koran sejam, sebenarnya Anda bisa membaca sedikitnya empat buku sehari.”

“Apa yang dicapai dalam meditasi berminggu-minggu dapat dicapai oleh musik dalam beberapa menit.” (Colin Rose, Accelerated Learning)

“Saya tidak pernah bekerja, sehari pun dalam hidup saya. Semuanya adalah keasyikan.” (Thomas Edison)

“Pikiran yang telah diperkaya dengan ide-ide baru tidak akan pernah kembali ke kondisi asalnya.” (Oliver Wendell Holmes)

“Satu-satunya pertanyaan bodoh adalah pertanyaan yang tidak Anda lontarkan.” (Paul MacCready)

"Tak ada alasan untuk tidak menjadi hebat.” (Tom Peters)

“Jika Anda ingin mengambangkan anak-anak, mulailah dari otaknya, mereka tentu saja tak membaca dengan ginjalnya.” (Dr Deborah Waber, Harvard University)

0 comments:

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP